Trans Jogja / TransJogja

Cerita foto

Bagaimana naik ke halte yang seperti ini?

Bagaimana naiknya? (by Orangescale)

Sejak pertama kali diluncurkan, di beberapa kesempatan saya sempat dengar dan baca hal-hal yang terkait dengan aksesibilitas layanan publik (dalam hal ini Trans Jogja). Baca di koran, dengar dari televisi, salah satu yang sekiranya perlu lebih diperhatikan adalah masalah kemudahan akses.

Kemarin sempat coba foto salah satu yang punya kondisi jalan keluar seperti gambar diatas. Mungkin ada beberapa halte lain yang memiliki kondisi seperti ini. Ya, bisa jadi ini karena permasalahan lahan pendirian halte yang kurang mendukung. Repotnya, halte yang ada dalam gambar itu juga memiliki pintu masuk yang lumayan kecil. Jarak antara gate access dengan dinding relatif sempit, dan sepertinya misalnya ada penumpang dengan kursi roda, sepetinya tidak bisa masuk.

Cara memeriksa saldo tiket reguler Trans Jogja

Karena kebetulan saya sudah beli tiket reguler Trans Jogja, sudah hampir tidak pernah lagi beli tiket yang Single Trip. Enak juga sih, lebih praktis saja.

Nah, di tiap halte kan pasti ada alat untuk mengecek saldo untuk tiket reguler, ini beberapa informasi yang mungkin bermanfaat. Oh ya, kalau misalnya ada yang mau nambah informasi, silakan.. :)

Jadi, alat yang ada dalam gambar diatas sebenarnya tidak hanya memiliki satu fungsi untuk cek saldo saja. Jadi, bisa juga untuk transaksi. Misalnya dalam kasus: Alat detektor untuk tap kartu yang biasanya tidak berfungsi. Kita bisa tap kartu di alat ini.

P3K STANDAR

Antusiasme masyarakat Yogya dalam menyambut kedatangan trans Jogja sangat luar biasa. Sehingga mereka rela berjubel untuk mencicipi menu baru transportasi ini.
Namun saat terjadi peristiwa kecil (hari ke 2 uji coba jalur 1A)dimana ada seorang nenek yang jarinya tergencet pintu otomatis ternyata perlengkapan standar operasi dalam bus kotak P3K belum tersedia, sehingga pramugari harus turun membeli obat dijalan. Sehingga perjalanan menjadi molor dan pramudi harus melaju untuk mengejar keterlambatannya.

Salah satu kondisi handle di halte Trans Jogja

Handle Halte Trans Jogja capek?

Foto tentang handle halte (eh, bener ya namanya 'handle'?) saya ambil beberapa waktu lalu. Kira-kira saat masih Trans Jogja masih dalam masa uji coba. Oh ya, foto ini saya ambil di kawasan Malioboro.

Tapi, beberapa hari ini, saya lihat ternyata tidak hanya salah satu halte di Malioboro tersebut yang berada dalam kondisi seperti ini. Dan, yang saya lihat kok yang mengalami hal seperti ini adalah handle halte yang di cat ya? Jadi -- kalau tidak salah -- ada dua macam handle. Yang satu yang di cat berwarna warni, yang satunya yang dari besi (di krom?). Kalau yang dari besi, walaupun sepertinya jumlah lebih sedikit, kondisi cenderung lebih awet.

Akhirnya bisa beli tiket Regular Trip Trans Jogja

Kalau sebelumnya saya sempat gagal mendapatkan tiket Trans Jogja, akhirnya setelah mencoba di lain kesempatan, saya bisa juga beli. :) Oh ya, saya saat itu beli di Point Of Sales yang ada di halte Ambarrukmo Plaza.

Prosesnya cukup mudah kok (dengan catatan semua peralatan dan kondisi berjalan dengan baik). Jadi, di halte yang melayani pembelian tiket Reguler, kita akan menjumpai petugas dari Dinas Perhubungan. Bilang saja ke petugas yang ada di halte, kalau mau beli tiket yang reguler. Nanti akan diminta untuk mengisi formulir yang berisi nama, alamat, nomor identitas dan nomor telepon. Tinggal kita sampaikan saja nominal tiket yang ingin kita beli.

Susahnya beli tiket reguler Trans Jogja

TransJogja_POS

Setelah beberapa kali mencoba Trans Jogja, salah satu hal yang membuat saya penasaran adalah soal tiket reguler. Mulai dari alat pengecekan saldo, mekanisme masuk ke ruang tunggu di halte dengan identifikasi tiket reguler, dan lainnya.

Nah, kemarin akhirnya mencoba untuk membeli tiket reguler di salah satu Point Of Sales (POS) yang ada di depan Taman Pintar. Waktu itu hari memang sudah agak sore. Yang saya tahu sih, POS ini melayani pembelian tiket selama halte masih buka (mohon dikoreksi kalau kalau anggapan saya keliru).