Bersih Trans Jogjaku, Nyaman Hatiku
Opini warga March 28, 2008 oleh A.T. Bawono
Saya tadi siang pergi dengan menggunakan bus trans jogja. Ketika saya menduduki tempat duduk saya, perhatian saya langsung tertuju pada lantai di barisan belakang tempat duduk penumpang yang menghadap ke depan. Disana terdapat serakan sampah yang terdiri dari bungkus permen, kertas, dan tisue. Saya melihat sekeliling berusaha mencari keberadaan tempat sampah. Muncul pikiran bahwa si pembuang sampah itu bisa mempunyai alasan melakukannya bila memang tidak ada tempat sampah di dalam bus. Tapi saya salah. Tempat sampah itu ada di tengah barisan tempat duduk penumpang yang menyamping. Saya rasa itu tempat bagi para pengguna kursi roda karena bagian itu dicat dengan warna kuning dan ada gambar kursi roda di tengahnya. Latar belakang warna kuning di tengah warna biru yang mendominasi interior bus juga menjadikan si tempat sampah itu mudah terlihat. Dengan demikian, pengetahuan saya itu menyangkal pikiran saya sebelumnya, bahwa si pelaku tidak membuang sampah di tempat sampah karena memang tidak ada tempat sampah di dalam bus. Yang saya tidak tau adalah alasan sebenarnya dari si pelaku.
Bahwa kebersihan bus adalah tanggungjawab pihak operator itu benar. Bahkan saya rasa itu sudah punya garis hukumnya sendiri karena sudah tercantum dalam standard kebijakan operasional si operator. Tapi saya harap itu tidak mengecilkan peran kita sebagai pengguna trans jogja ini. Kalo kita tidak bisa (atau tidak mau) memungut serakan sampah di dalam bus untuk kemudian membuangnya ke tempat sampah, paling tidak kita bisa menahan diri untuk tidak menyampah sembarangan di dalam bus. Jaga kondisi bus seperti sebelum kita menaikinya. Siapa tau dari lingkungan sekecil bus ini bisa mengilhami kita untuk melakukan yang lebih baik di lingkup yang lebih besar pula.
Pramugara atau Pramugari selalu berkata, “Sebentar lagi kita akan sampai di shelter bla-bla-bla. Perhatikan barang bawaan Anda. Jangan sampai ada yang tertinggal. Terimakasih.”
Mungkinkah barang bawaan yang dimaksud itu termasuk sampah?
Maju terus transjogja!!

Brigitta:
Jangan Bikin Jorok TransJogja Saya juga pernah mengalami hal yang sama dengan mas bawono. Terus terang saya jadi sangat terganggu oleh serakan sampah, dan bahkan banyak remah-remah roti di kursi dan lantai. Padahal seperti yang dikatakan mas bawono, di bis yang saya tumpangi juga tersedia bak sampah (sepertinya semua bis TransJogja ada deh).
Saya ingin mengetuk kesadaran para penumpang TransJogja. Janganlah membawa budaya yang buruk ke dalam TransJogja. Dalam artian kalau misalnya kita biasa buang sampah dimana-mana (kecuali tempat sampah tentunya)janganlah budaya ini dibawa ke dalam TransJogja. Kalau bisa malah budaya yang tertib dan bersih yang ingin dicitrakan oleh TransJogja ini dibawa keluar; ke sekitar kita.
Maka dari itu, bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, mbak-mbak,adik-adik, dimohon jangan buang sampah dalam bentuk apapun di dalam TransJogja. Kalau kebelet buang sampah, carilah tempat sampah, karena dijamin anda akan menemukannya. Kalau misalnya kita melihat orang di sekitar kita buang sampah sembarangan, mbok ya ditegur dan diarahkan untuk membuang sampah di tempatnya.Saya rasa pramugara-pramugari bis juga tak ada salahnya menegur penumpang yang ‘nakal’ ini. Yah, mungkin inilah jeleknya budaya jawa yang serba ‘pekewuh’. Tapi demi kenyamanan bersama, ketegasan itu perlu. Mosok kita mau duduk di antara timbunan sampah?!
Hidup TransJogja!
March 28th, 2008 at 3:52 pm
thomasarie:
Tempat sampah menghilang? Ngomong-ngomong soal tempat sampah, saya beberapa kali kok malah menemukan bis yang tanpa tempat sampah ya? Pernah sekali dua kali, saya sempatkan menengok isi tempat sampah, nyatanya isinya cukup banyak. Jadi, mungkin ini tanda bahwa sudah mulai ada kesadaran dari penumpang…
Waktu saya naik bis yang tanpa tempat sampah, sampah-sampah mulai berserakan. Memang tidak banyak, tapi jujur saja cukup mengganggu… Duh!
March 29th, 2008 at 6:14 pm