Mulai Nakal

Opini warga July 3, 2008 oleh Santo Ajie

Rabu 2 Juli 2008 malam kira kira jam 19.00, saya antri naik motor di traffic light MM ugm, tiba2 dari belakang terdengan klakson kambing khas Bus trans jogja yang kuwerasss, memang lampu hijau baru saja menyala dengan tidak sabar bus trans jogja (lupa nomer lambung)AB 7049 AS mengambil jalur kanan alias melewati marka jalan wusssszzzzzzhhh si pengemudi memacu di jalur yg salah untuk melewati perempatan selokan mataram kemudian memotong ke kiri antrian yg di jalur yang benar begitu melewati perempatan. dia melaju sedikit kencang yang jelas lebih dari batas maksimum yang diperbolehkan di dalam kota dengan membunyikan klaksonnya sampai perempatan Taman budata Purna Budaya. Gak ngerti apa yang dikejar.
Apakah ada kebijaksanaan dari manajeman untuk melegalkan sopir melakukan hal tersebut jika ada target waktu untuk sampai halte berikutnya???? Jika hal itu dibiarkan maka nantinya Trans jogja yang selama ini image nya bagus akan menjadi bus “BOSOK” seperti layaknya buk skota yang lain di jogja yang terkenal seneng ugal-ugalan. Kita pemakai jalan juga berhak mendapat kenyamanan dan jaminan keselamatan apalagi kita pemakai kendaran bermotor khususnya roda dua kalo kesenggol bumpernya ya badan ooommm….!
Monggo diperhatikan anak buahnya dalam menjalankan kendaraannya, saya warga JOGJA gak rela jika trans Jogja akhirnya menjadi bus arogan yang melanggang dengan angkuhnya……..
Matur Nuwun

Artikel “Mulai Nakal” mendapatkan 8 komentar

  1. thomasarie:

    Bus melaju cepat Saya pernah mengalami itu juga mas. Tapi mungkin tidak sampe ngebut horor. Dan waktu itu (dari percakapan yang saya dengar dari supir dan pramugara) terlontar, “Ayo, cepet… wis telat…”.

    July 3rd, 2008 at 3:56 pm

  2. dJengWidZ:

    Nakal juga ya… Saya beru bbrp kali naik bus TransJOGJA (belakangan ini ada tuntutan pekerjaan yg mengharuskan saya naik bus ini). Tadi siang saya agak takut juga, gara2 si supir selain melaju kencang, beliau juga dengan sangat sukses menyalib sana sini. Saya yang biasa naik bus kota ‘BOSOK’ (minjem istilahnya mas Santo Ajie) jadi ngerasa gak ada bedanya, malahan efeknya jd lebih kerasa karena bus dlm keadaan sarat penumpang (apalagi yg berdiri, jd pada amburadul). Gak cuma itu, pas sampai shelter KOPMA, si supir juga menyetop busnya dengan jarak antara pintu keluar dan pijakan shelter yang TIDAK KURANG dari 50 cm. Wagh… keren ya,,

    July 5th, 2008 at 6:50 pm

  3. Rizki B. Utomo:

    Terima Kasih Saya Rizki dari Dinas Perhubungan Provinsi DIY selaku pengelola Angkutan Perkotaan Trans-Jogja mengucapkan terima kasih atas masukan2 dan kritik terhadap kami. Beberapa kelemahan di sisi operasional memang masih terdapat di sana-sini, termasuk perilaku pramudi (yang sering mengejar time-table) atau kinerja dari armada bus Trans-Jogja. Beberapa pelanggaran sudah kami catat dan kami sampaikan langsung kepada operator untuk ditindaklanjuti.
    Perlu diketahui pula setiap hari terdapat petugas2 dari Dinas kami yang berkeliling untuk memberikan checking langsung di lapangan (baik dari sisi pelayanan bus maupun pelayanan di halte).
    Untuk itu kami mohon semua laporan dapat disampaikan pada kami melalui sarana apapun, baik melaui situs ini, ataupun langsung ke nomor hotline Trans-Jogja 0274-7117112 atau nomor kantor Dinas Perhubungan Provinsi DIY 0274-485775.
    Terima kasih.

    August 4th, 2008 at 5:46 pm

  4. andra jogja:

    Meningkatkan Pelayanan Setahuasaya sebagai Karyawan Trans . Jika ada terburu2 waktu itu dikarena Trans ini mencoba meningkatkan mutu pelayanan dalam ketepatan waktu , dan keselamatan juga di utamakan.
    Trans berpedoman pada Time table, walau kadang kurang tepat atau ada selisih waktu kedatangan, Hal itu wajar di karenakan , Trak jalan masih jadi satu dengan kedaraan umum
    semoga para penumpang atau pengguna Trans Jogja Maklum, dah Mohon Kritik dan saran di Setiap Shelter
    terima kasih

    Andra

    August 7th, 2008 at 11:08 am

  5. Johan:

    BUS TRANS MULAI NGETEM DI TERMINAL Beberapa waktu yang lalu saya naik bus transjogja dari ringroad timur, tepatnya di dekat sd maguwoharjo depok sleman. Saya mencoba naik bus trans karena, katanya, perhitungan waktu sangat diperhitungkan sehingga tidak banyak ngetem. Saya cukup senang karena lewat beberapa halte, transit penumpang, turun penumpang, dan angkut penumpang lumayan cepat. Namun, ketika memasuki terminal Giwangan, kala itu isi penumpang hanya 4 orang termasuk saya, bus trans berhenti di halte yang pada waktu itu kosong. Saya cukup senang karena dalam beberapa detik bus berangkat kembali. Namun, saya kaget ternyata keberangkatan bus hanya beberapa meter di sebelah halte karena sopir maupun kernet busnya turun dan ngobrol di halte (sepertinya menunggu penumpang yang lagi turun dari bus reguler lainnya). Rupanya bus trans masih juga ngetem yang waktunya bisa sampai 15-30 menit (Alamak!!!) Yang menjadi pertanyaan saya, apakah bus trans kalau setiap menurunkan penumpang di halte terminal Giwangan khususnya selalu ngetem dulu? Kalau memang begitu, tidak beda dong antara bus trans dan buskota lainnya yang suka ngetem nunggu penumpang sampai luuuuuuaaaaaaaammmmmmmmmmaaaaaaa banget.

    September 6th, 2008 at 11:43 am

  6. Anonymous:

    Pelayanan Petugas Halte Saya merupakan salah satu pemerhati sarana transportasi di Yogyakarta. Saya memang sesekali naik transjogja untuk mengamatinya. Dari beberapa kali saya naek memang ada beberapa petugas yang sangat ramah pada penumpang. Namun pada hari ne (20 Sept) saya mencoba halte di Jogja bagian selatan. Ternyata cukup berbeda pelayanannya.
    Ketika saya sedang membeli tiket di Halte depan Museum perjuangan, Bus 2B yang hendak sy naiki telah datang. Petugas yang melayani penjualan tiket memanggil petugas yg lain untuk menunda keberangkatan bus sebentar karena ada yg mau naik. Tetapi petugas tersebut justru sedang ngobrol dg orang lain di sebelah barat halte sehingga tidak menghiraukan perkataan petugas yang lain dan bus tersebut berangkat dengan sendirinya. karena sy tertinggal, saya harus menunggu 10 mnt utk bus yg selanjutnya, tentu sangat membuang banyk waktu saya. Mohon ketegasan Instansi terkait kepada para petugasnya, tentu sebagai konsumen saya agak kecewa.
    Kemudian setelah saya naik 2B saya transit di Taman Pintar untuk berganti 1B. Alangkah terkejutnya saya dengan petugas yang ada di situ. Ternyata dia menyalakan rokok di dalam halte, padahal di halte sebelumnya saya melihat peringatan bahwa di dalam halte tidak boleh merokok. Sebenarnya boleh tdk c merokok di dalam Halte???!!! Kemudian saya mencobe menguji kemampuan Petugas tersebut. Saya bertanya apabila saya naik 3B mau transfer ke 1B saya hrs transfer dimana?? Petugas tersebut kemudian melihat peta sejenak, kemudian menjawab ” di Bandara Pak”. Spontan saya terkejut, apakah seperti ini petugas terpilih yang menjadi bagian dari TransJogja. tentu apabila orang awam yang bertanya bukannya mendapat pencerahan, tetapi justru akan lebih tersesat. PADAHAL SAYA TAHU BENAR, TRANSFERNYA DI HALTE SMP 14. Sekali lagi Mohon ketegasan dan Pengawasan Kedisiplinan Instansi terkait bagi anggotanya agar citra TransJogja yang masih baik tidak menjadi lebih buruk lagi..

    September 20th, 2008 at 2:39 pm

  7. Rizki B. Utomo:

    re (pelayanan petugas halte) Terima kasih atas pengaduan yang diberikan. Mohon maaf atas ketidaknyaman yang Saudara alami..
    Kami juga mohon informasi yang lebih jelas mengenai waktu kejadian di 2 (dua) lokasi halte tersebut, untuk dapat kami konfirmasi kepada yang petugas bersangkutan…Kami tidak segan-segan untuk memberikan teguran dan tindakan yang keras bagi petugas yang lalai dan mengabaikan penumpang, atau bahkan kedapatan merokok di dalam halte.
    Bila berkenan dapat diberikan melalui media ini, atau melalui telepon 0274-485775 (jam kantor), atau hotline TransJogja di 0274-7117112 (bisa via SMS).
    Salam,
    Rizki Budi Utomo,
    Dinas Perhubungan Provinsi DIY.

    September 20th, 2008 at 3:43 pm

  8. Budi Santoso:

    Bagaimana mau nyaman org sopir JTT diambilnya juga dari sopir angkutan kota yg terbiasa ugal-ugalan. Saya pernah naik bus 3A lambung 18 hari selasa sore 23 September 08 dari Shelter Samsat, minta ampun ngebut dan main rem dadakan. Saya pikir apa enaknya JTT kalo sopirnya ugal2an, mohon ditertibkan kalo perlu diganti saja sopir2 yg spt itu. Masih bnyk tenaga sopir yg sopan dan nyaman. Jogja kota budaya dan pendidikan, butuh fasilitas angkutan publik yg nyaman bukan cuma bagus tampilannya saja.

    September 30th, 2008 at 10:40 am

Punya komentar atau tanggapan?

Komentar Terbaru

  • arda kurniansyah: saya ingin dibubuhkan secara lengkap syaratb lowongan kerja bila ada.
  • arif: Trans jogja semoga membawa kemajuan bagi perkembangan transportasi di jogjakarta khususnya dan indonesia pada...
  • Patradinata: Kehadiran TransJogja ini dapat sekaligus menjadikan kota jogja sebagai kota yang modern pertama setelah...
  • Yorri KN: Saya Yorri dari Dinas Perhubungan Prov.DIY. Iya betul mas Arie,situs resmi ttg Trans Jogja memang belum...
  • Budi Santoso: Bagaimana mau nyaman org sopir JTT diambilnya juga dari sopir angkutan kota yg terbiasa ugal-ugalan....
  • Thomas Arie: Sebenarnya memasukkan informasi terkait lowongan pekerjaan atau lainnya yang dikeluarkan oleh Dishub...

Situs TransJogja.NET tidak berafiliasi atau memiliki hubungan langsung dengan Pemerintah Kota Yogyakarta atau Dinas Perhubungan DIY. Semua informasi dalam situs merupakan hak cipta dan tanggung jawab penulis/kontributor.
Pengelola situs dapat dihubungi melalui email: info@transjogja.net